10 Cara Mengetahui Emas Asli atau Palsu dengan Akurat dan Aman
Emas merupakan salah satu aset bernilai tinggi yang banyak diminati, baik sebagai perhiasan maupun instrumen investasi jangka panjang. Tingginya nilai emas membuat keaslian menjadi faktor utama yang wajib diperhatikan sebelum membeli atau menyimpannya dalam jumlah besar.
Bagi pemula maupun kolektor emas berpengalaman, memahami cara membedakan emas asli dan palsu adalah pengetahuan penting untuk menghindari kerugian. Dengan mengetahui karakteristik emas berdasarkan sifat fisik dan kimianya, Anda dapat melakukan pemeriksaan awal secara mandiri sebelum melakukan pengujian lanjutan.
Mengenal Kadar Emas dan Pengaruhnya terhadap Nilai
Sebelum membahas cara pengujian, penting untuk memahami kadar emas. Kadar emas menunjukkan persentase kemurnian emas dalam suatu produk.
-
24 karat: ±99,9% emas murni, biasanya berbentuk emas batangan
-
22 karat: ±91,6% emas murni
-
18 karat: ±75% emas murni, umum digunakan untuk perhiasan
-
14 karat ke bawah: campuran emas dan logam lain lebih dominan
Semakin tinggi kadar emas, semakin tinggi pula nilainya di pasaran.
10 Cara Mengetahui Emas Asli atau Palsu
1. Memeriksa Ciri Fisik dan Tanda Karat
Emas asli umumnya memiliki cap atau kode karat seperti 10K, 18K, 22K, atau 24K, serta angka kadar seperti 375, 750, atau 999. Cap ini biasanya terukir rapi dan tidak mudah pudar.
2. Menguji dengan Magnet
Emas murni tidak bersifat magnetis. Jika emas tertarik kuat oleh magnet, kemungkinan besar mengandung logam lain seperti besi atau nikel. Namun, metode ini hanya sebagai pemeriksaan awal, bukan penentu mutlak.
3. Menggoreskan ke Permukaan Keramik
Goreskan emas perlahan pada keramik polos tanpa glasir:
-
Goresan hitam → indikasi emas palsu
-
Goresan kuning keemasan atau tidak meninggalkan bekas → kemungkinan emas asli
4. Tes Asam Nitrat
Emas asli tidak bereaksi terhadap asam nitrat, sedangkan emas palsu akan berubah warna. Namun, metode ini berisiko tinggi dan sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional karena bahan kimia bersifat berbahaya.
5. Menggigit Permukaan Emas
Emas murni bersifat lunak. Jika digigit dan meninggalkan bekas, kemungkinan emas tersebut asli. Metode ini kurang disarankan untuk perhiasan karena dapat merusak bentuk.
6. Mencium Aroma Emas
Emas asli tidak berbau. Jika muncul bau amis atau logam setelah terkena keringat atau air, besar kemungkinan emas tersebut mengandung campuran logam lain.
7. Menguji Daya Hantar Panas
Emas merupakan konduktor panas yang baik. Saat disentuh atau terkena panas, emas asli akan cepat menyesuaikan suhu. Logam palsu umumnya terasa lebih lambat menghantarkan panas.
8. Mengetes Suara Dering
Saat dijatuhkan ke permukaan keras:
-
Emas asli → suara nyaring dan panjang
-
Emas palsu → suara pendek dan tumpul
Metode ini lebih cocok untuk emas batangan.
9. Mengukur Kepadatan (Densitas)
Kepadatan emas murni sekitar 19,3 g/ml. Cara ini dilakukan dengan menghitung massa emas dibagi volume air yang berpindah.
Contoh:
-
Massa emas: 38 gram
-
Pergeseran air: 2 ml
-
Densitas = 38 ÷ 2 = 19 g/ml
Nilai ini mendekati emas murni.
10. Melakukan Uji Profesional
Untuk hasil paling akurat, lakukan pengujian menggunakan alat khusus seperti XRF atau uji laboratorium. Metode ini aman, presisi, dan dapat mengetahui kadar emas secara detail.
Tips Aman Membeli dan Menyimpan Emas
-
Selalu minta sertifikat keaslian
-
Simpan emas di tempat aman dan kering
-
Hindari membeli emas tanpa identitas jelas
-
Periksa kembali kadar emas sebelum menjual kembali
Kesimpulan
Mengetahui cara membedakan emas asli dan palsu adalah langkah penting untuk melindungi nilai aset Anda. Pemeriksaan sederhana bisa dilakukan secara mandiri, namun untuk kepastian maksimal, pengujian profesional tetap menjadi pilihan terbaik.
Dengan pengetahuan yang tepat, Anda dapat berinvestasi emas dengan lebih aman, percaya diri, dan terhindar dari risiko penipuan.